kaca mata
Tampilkan postingan dengan label penyakit kritis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit kritis. Tampilkan semua postingan

Kamis, Maret 31, 2016

Haruskah Memiliki Asuransi Jiwa Saat Kesulitan Keuangan?

- 0 komentar
Pertama, asuransi tidak boleh dianggap sebagai gambling atau perjudian karena Asuransi bukan merupakan investasi. Kalaupun ada asuransi yang di bundling dengan Investasi, itu hanyalah bonus semata; bukan layanan utama.  Sebenarnya keuntungan terbaik memiliki  asuransi adalah saat anda tidak perlu mengajukan klaim; Alhamdulillah tidak terjadi hal buruk pada diri Anda, itu adalah karunia yang amat besar nilainya. 

Karena Jika Anda mengajukan klaim itu berarti hal yang buruk telah terjadi pada diri Anda, Dan anda pasti tak ingin hal buruk terjadi pada Anda.  Anda membeli asuransi untuk melindungi diri dari kerugian - bukan untuk menjadi kaya karena mengajukan klaim.

Kedua, Ingat, Anda hanya bisa membeli asuransi saat anda dalam kondisi cukup sehat. Punya uang banyak pun jika tidak sehat anda tak akan bisa membeli Asuransi. Kesulitan keuangan atau bahkan bangkrut sangatlah “relatif” karena saya yakin setiap orang memiliki masalahnya sendiri-sendiri.  Saya melihat ada banyak orang yang hidupnya sederhana tapi masih mampu menyisihkan 10% dari penghasilannya.


Dalam kondisi keuangan yang sulit, memprioritaskan urusan penting selain Asuransi tentu sangat bisa dimengerti. Jika tidak ada orang lain yang bergantung pada Anda, mungkin normal jika dalam situasi sulit Anda tidak membutuhkan asuransi untuk sementara waktu. Namun jika ada anak istri yang bergantung hidup pada Anda, hal terbaik adalah ajukan beberapa pertanyaan untuk diri anda sendiri :

1) Saat tiba-tiba Saya dipanggil Yang Maha Kuasa, Akankah istri saya dapat terus bekerja dan membayar kebutuhan sehari-hari dalam jangka waktu minimal setahun kedepan?
2) Saat tiba-tiba saya dipanggil Yang Maha Kuasa Apakah istri saya mampu menanggung hutang yang harus dibayarkan?
3) Saat tiba-tiba saya dipanggil Yang Maha Kuasa apakah istri saya memiliki dana yang cukup untuk mengurusi segala hal tentang pemakaman?
4) Saat tiba-tiba saya dipanggil Yang Maha Kuasa Apakah istri saya mampu membiayai pendidikan anak-anak seperti biasanya?


Memiliki asuransi –walaupun sedikit- dapat membantu mengurangi beratnya biaya yang ditanggung karena kematian. Kabar baik lainnya, Dengan premi yang murah sekalipun anda masih bisa menyertakan rider tambahan seperti perlindungan sakit kritis serta cacat tetap total. Rider tambahan berupa cacat tetap total dan penyakit kritis ini sebenarnya dimaksudkan untuk melindungi penghasilan dan aset Anda. Jika hal buruk terjadi maka aset yang anda miliki tetap aman.

Penyakit kritis atau cacat tetap total selain berbiaya sangat mahal, proses penyembuhannya juga memakan waktu cukup lama, sementara biaya hidup tidak bisa ditunda. Tentu saja proses penyembuhan ini akan menguras tabungan Anda. Disinilah klaim asuransi dapat membantu meringankan biaya hidup Anda.

Teliti sebelum membeli; pesan klasik yang masih relevan untuk jaman Sekarang.  Saat memilih asuransi,  penting bagi anda untuk meneliti lebih mendalam terkait hak anda sebagai nasabah maupun kewajiban anda sebagai nasabah. Jika Anda menemui kesepakatan asuransi yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, pastikan perjanjian itu tertulis dalam polis asuransi Anda.  Ingat, Jika anda tidak sepenuhnya memahami apa yang Anda beli, akan muncul kekecewaan di kemudian hari. Jadi pastikan pilihan anda tepat sesuai kebutuhan dan kemampuan Anda.

Didit Aby
085867941941
[Continue reading...]

Senin, Oktober 05, 2015

Antara Tanah, Asuransi dan Rumah Sakit

- 0 komentar
Jika Iwan Fals memiliki lagu hit berjudul “Antara Aku, Kau dan Bekas Pacarmu”, maka saya punya cerita menarik tentang “Tanah, Asuransi dan Rumah Sakit” Cerita ini berawal dari pertanyaan seorang kawan yang hendak melihat sisi untung/rugi antara ketiganya. Saya merasa perlu memposting tulisan ini karena bisa jadi Anda memiliki pertanyaan yang sama.

Memiliki Tanah sebagai investasi barang tak bergerak adalah sangat baik. Karena tanah memiliki nilai ekonomis yang selalu bertumbuh setiap tahunnya. Bagi kalangan berpunya, membeli tanah adalah pilihan realistis. Selain sebagai investasi, tanah dan bangunan adalah cadangan dana yang bisa digunakan saat kebutuhan mendesak.

Terkait dengan antisipasi resiko penyakit kritis, Menarik untuk dibahas manakah yang lebih baik: membeli Asuransi atau membeli tanah? Jawaban masyarakat secara umum adalah, membeli tanah.  Selain karena kebiasaan sejak jama dahulu, alasan konversi nilai ekonomisnya yang terus bergerak ke atas menjadi pilihan sebagian orang. Benarkah demikian?

Oke, fleksibilitas tanah dan bangunan sebagai alasan investasi memang tak perlu diragukan lagi. Kendati demikian, bila terkait dengan masalah proteksi kesehatan – khususnya sakit kritis dan kecelakaan, Asuransi adalah pilihan yang lebih baik. Tanah dan bangunan bisa jadi tidak menguntungkan buat Anda.

Katakanlah si Jack memiliki tanah senilai 1 Miliar Rupiah. Benarkah tanah itu milik si Jack? BELUM TENTU. 
Jika kemudian ia terdiagnosa sakit kanker dengan biaya 1 Miliar Rupiah, maka tanah itu jadi milik Rumah Sakit. Tanahnya dijual untuk biaya berobat.
Si Jack harus segera membayar biaya perawatan rumah sakit tersebut “SEGERA”. 
Lalu si Jack memutuskan menjual tanah itu secepatnya. Pertanyaannya, “Berapa lamakah tanah itu akan laku terjual?” 1 Minggu? 2 Minggu? 1 Bulan? 3 Bulan? Atau bahkan 1 tahun? ; semuanya masih tidak jelas. 
Sedangkan uang tunai harus secepatnya ada untuk biaya Rumah Sakit.
Belum lagi jika ada orang tau si Jack sangat membutuhkan uang itu untuk berobat, maka pembeli akan menawar serendah mungkin. Tidak jadi untung kan?

Nilai tanah memang sangat besar, namun menjualnya juga tidak mudah.

Tanpa Asuransi, aset si Jack lah yang dipertaruhkan untuk biaya Sakit kritis, yaitu Tanah, Bangunan, Mobil, dll.

Asuransi TAPRO Allianz sangat cair. Seandainya si Jack memiliki TAPRO Allianz, Begitu si Jack terdiagnosa sakit kritis maka dalam waktu 7 hari sejak syarat lengkap, Uang Pertanggungan langsung cair sesuai dengan perjanjian dalam polis.
TAPRO Allianz tidak hanya membantu si Jack namun juga membantu melanjutkan kelangsungan hidup keluarganya serta membantu menjaga Tanah yang ia miliki agar aman; tidak perlu dijual kepada pihak lain.

Disinilah letak keutamaan anda memiliki Asuransi. Biaya Rumah Sakit lancar, Keluarga bisa melanjutkan hidup tanpa hutang, serta melindungi aset-aset yang anda miliki.

Tak perlu duit banyak untuk memproteksi keluarga dan aset-aset anda. Paling hanya 10 persen perbulan dari penghasilan Anda. Mari berasuransi untuk hidup yang lebih baik.

[Continue reading...]

Jumat, April 17, 2015

4 Tips Agar Terhindar Kesulitan Keuangan Di Masa Pensiun Kelak

- 0 komentar
Masa pensiun bukan hanya milik kita. Memasuki masa pensiun berarti kita dapat lebih sering bertemu keluarga, anak maupun cucu. Untuk itu penting bagi kita untuk mempersiapkan masa pensiun sebaik mungkin, sehingga di saat pensiun nanti kita dapat memberikan kebahagian pada anak cucu, dan tidak memberatkan keluarga atau kerabat. 

Di usia muda, sebelum Anda membeli mobil dan pakaian mahal atau berlibur ke tempat-tempat eksotis, pikirkanlah untuk meningkatkan pendapatan terlebih dahulu. Hindari untuk bersikap boros saat memasuki usia matang 25 tahun hingga 30-an. Maklum, masa-masa ini merupakan periode yang banyak menyita uang. Misalnya, saat menikah, membeli rumah baru atau punya anak.

Biasanya pakar-pakar perencana keuangan akan menyarankan 4 hal berikut:

1. Siapkan dana pensiun Anda

Suatu saat anda akan pensiun dan berhenti bekerja saat usia sudah cukup tua. Banyak orang yang jaya di masa mudanya lalu jatuh terpuruk di usia tua karena lupa atau terlambat mempersiapkan dana pensiun. 

Hitunglah gambaran besaran biaya hidup yang dibutuhkan saat pensiun kelak. Hitung pula gambaran besaran penghasilan yang diharapkan diperoleh kelak sebagai pengganti penghasilan pada saat ini.

2. Berinvestasi

Investasi yang cerdik merupakan gagasan hebat jika punya uang lebih setiap bulannya. Berinvestasi tak berarti Anda harus ke pasar saham. 

Jangka waktu investasi untuk persiapan dana pensiun dapat dibagi menjadi tiga, yaitu jangka pendek dengan durasi investasi 1 sampai 5 tahun, jangka menengah durasi investasi 5 sampai 10 tahun, dan jangka panjang dengan durasi investasi lebih dari 10 tahun. 

Untuk menentukan jangka waktu investasi diukur dari berapa tahun lagi kita akan pensiun, misalnya saat ini berumur 25 tahun berarti masih tersisa 30 tahun lagi memasuki masa pensiun (usia pensiun adalah 55 tahun), sehingga jangka waktu investasi termasuk dalam kategori jangka panjang.

3. Menabung

Jika Anda tak berminat untuk berinvestasi, maka jangan lupa tabung uang Anda. Banyak sekali bank yang menawarkan paket tabungan dengan bunga yang lumayan. Mulailah menabung dan hiduplah dengan sejahtera sejak Anda berusia 25 – 30 tahun.

Baca pula: Agar Masa Pensiun Tetap Sejahtera dan Kaya

4. Asuransi

Problem masa tua atau masa pensiun selain kesulitan keuangan juga masalah kesehatan yang cenderung menurun. Tentu anda tidak menginginkan sakit apalagi penyakit kritis, di sisi lain siapapun tidak bisa menjamin dirinya bakal sehat selalu. 

Untuk itu keputusan mengambil Asuransi jiwa maupun asuransi kesehatan sejak usia 20-an atau 30-an adalah keputusan yang sangat baik

Investasi, tabungan maupun dana pensiun anda akan sia-sia jika semua itu habis hanya untuk berobat ke rumah sakit saat tua kelak. Mengapa perlu mengambil Asuransi Jiwa / kesehatan saat usia 20-an atau 30-an? Karena uang pertanggungan pada usia tersebut cukup besar. Jika anda mengambil asuransi saat usia anda 40 tahun, uang pertanggungan akan menjadi lebih kecil. 

Dengan demikian uang tabungan, investasi dan dana pensiun anda akan terselamatkan karena anda punya kantong khusus untuk melindungi kesehatan Anda sendiri melalui Asuransi.

[Continue reading...]

Selasa, Maret 24, 2015

Gratis Tapi Tetap Mahal

- 0 komentar
Kisah mas Pandu Ranggabirawa di bawah ini... 

Saya seorang dokter dan masih akan tetap menjadi seorang dokter.

Saya merasa klik dan sadar adalah ketika saya sedang bertugas di Emergency dan mendapatkan panggilan emergency dan ternyata itu adalah ibu dari sahabat saya sendiri yang ternyata terkena stroke perdarahan..Saat itu saya sudah menggratiskan seluruh biaya dokter dan Minimalisir penggunaan alat. Karena stroke perdarahan dan harus segera dioperasi, dokter bedah pun sudah rela menggratiskan jasa nya.. tapi kan biaya RS dan obat2an tidak bisa gratis. 

Beliau hanya berkata kepada sahabat saya tersebut: "Semua jasa dokter lo ga usah pikirin lo siapin aja dana untuk alat2, obat2an dan ICU...karena ini ibu lo sendiri, kita harus pakai obat yang bagus. Planning rawat ICU sekitar 30hari, siapin aja dana Rp10jt/hari.."artinya harus ada dana Rp 300 juta !

Dan sialnya sahabat saya itu pinjam uang ke Rentenir...dan yang terjadi sampai detik ini hutangnya menjadi sangat menggunung...

Baca pula : Alasan Kuat Mengapa Butuh Asuransi 

Setelah kejadian itu, keesokan harinya saya langsung memutuskan untuk mengambil proteksi penyakit kritis untuk seluruh keluarga saya...dan merasa semua orang butuh proteksi terhadap sakit kritis. Dan saya memutuskan untuk menjadi pebisnis asuransi agar setiap orang bisa punya proteksi yang melindungi penghasilannya...

Sumber : https://www.facebook.com/NovaldoRosandi/posts/10203609697394626?fref=nf&pnref=story

[Continue reading...]

Rabu, Februari 18, 2015

49 Penyakit Kritis Yang Di Cover Allianz

- 0 komentar
1. Serangan Jantung Pertama
2. Stroke
3. Operasi Jantung Koroner
4. Operasi Penggantian Katup Jantung
5. Kanker
6. Gagal Ginjal
7. Kelumpuhan
8. Multiple Sclerosis
9. Transplantasi Organ Vital Tubuh
10. Penyakit Alzheimer/Gangguan Otak Organik Degeneratif yang tidak dapat pulih kembali.
11. Koma
12. Penyakit Parkinson
13. Terminal Illness
14. Penyakit Paru-paru Kronis/Tahap Akhir
15. Penyakit Hati Kronis
16. Penyakit Motor Neuron
17. Muscular Dystrophy
18. Anemia Aplastis
19. Operasi Pembuluh Aorta
20. Hepatitis Fulminant
21. Pulmonary Arterial Hypertension Primer
22. Meningitis Bakteri
23. Tumor Otak Jinak
24. Radang Otak
25. Luka Bakar
26. Poliomyelitis
27. Trauma Kepala Serius
28. Apallic Syndrome
29. Penyakit Jantung Koroner Lain Yang Serius
30. Angioplasti dan penatalaksanaan invasif lainnya untuk Penyakit Jantung Koroner
31. Lupus Eritematosus Sistemik (Systemic Lupus Erythematosus)
32. HIV Yang didapatkan melalui Transfusi Darah dan Pekerjaan
33. Tuli (Hilangnya fungsi Indra pendengaran)
34. Bisu (Kehilangan Kemampuan Bicara)
35. Kebutaan
36. Skleroderma progresif
37. Penyakit Kista Medullary
38. Cardiomyopathy
39. Aneurisma Pembuluh Darah Otak Yang Mensyaratkan Pembedahan
40. Terputusnya Akar -Akar Syaraf Plexus Brachialis
41. Stroke Yang Memerlukan Operasi Arteri Carotid
42. Operasi Scoliosis Idiopatik
43. Pankreatitis Menahun Yang Berulang
44. Penyakit Kaki Gajah Kronis
45. Hilangnya Kemandirian Hidup
46. Kematian Selaput Otot atau Jaringan (Gangrene)
47. Rheumatoid Arthritis Berat
48. Colitis Ulterative Berat (Cronh’s disease)
49. Penyakit Kawasaki Yang Mengakibatkan Komplikasi Pada Jantung
[Continue reading...]

Selasa, Februari 17, 2015

Poin-poin Penting Asuransi Kesehatan Yang Harus Anda Lakukan

- 0 komentar
Semua orang ingin sehat. Itu sebabnya, ketika sakit mendera, berbagai upaya dilakukan agar sembuh dan kembali sehat. Anda yang bisa menjaga kesehatan, bersyukurlah. Sebab, biaya pengobatan semakin mahal dan belum tentu terjangkau oleh semua orang. Alat medis yang canggih dan obat-obatan terbaru jadi pemicu pembengkakan pengeluaran. Sakit itu mahal, kata orang.

Jika Anda berkantong tebal atau mendapat tunjangan plafon kesehatan dari kantor yang cukup besar, biaya pengobatan tak memberatkan. Apalagi jika penyakit yang datang tak terlalu serius, seperti masuk angin, diare, atau cidera ringan. Lain persoalan jika Anda menderita penyakit kritis yang membutuhkan perawatan lama atau operasi mahal. Uang kesehatan dari kantor tak cukup, sementara asuransi kesehatan biasa tidak mencakup penyakit jenis itu.

Bila Anda membutuhkan asuransi kesehatan, Anda harus tahu semua jenis biaya. Hal seperti premi, tidak semua orang bisa memahaminya dengan mudah, jadi pastikan Anda pelajari  apa yang sesungguhnya Anda butuhkan sehingga dapat secara akurat memperkirakan biayanya.

Selain itu periksa perjanjian atau klausul dengan perusahaan Asuransi Anda dengan sangat teliti dan hati-hati, sehingga Anda tahu apa yang akan ditanggung dan apa yang tidak ditanggung.

Jika Anda memiliki kondisi medis yang sudah anda derita sebelumnya, pastikan dapat memberi proteksi untuk Anda di masa mendatang. Karena ada perusahaan yang tidak menjamin klaim anda jika ada kondisi medis sebelum anda membeli polis asuransi.

Penting untuk mengisi formulir dengan data yang benar. Bila Anda tidak mengisi formulir benar, Perusahaan asuransi akan menolak untuk membayar klaim anda karena anda dianggap tidak jujur. Mengisi formulir dengan data yang benar sangat penting untuk pengajuan klaim di masa mendatang

Polis asuransi kesehatan pribadi sebaiknya ditinjau setiap tahun. Lihatlah perubahan kebiajakan terbaru yang akan disediakan untuk Anda, dan lihat rencana baru yang telah tersedia.
[Continue reading...]
 
Copyright © . Portal Berita Asuransi - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger