Home » Posts filed under pensiun
Klaten-2015. Masa pensiun mungkin masih jauh dari bayangan anda, tapi percayalah masa itu pasti akan tiba. Pakar keuangan, bisnis dan investasi, Robert T. Kiyosaki pernah meneliti bahwa sebagian besar orang hidup miskin di usia pensiun. Semua terjadi karena kegagalan merencanakan masa pensiun dengan benar. Anda tentu tidak ingin mengalaminya.
“Saya masih muda pensiun masih lama. Soal pensiun dipikir nanti saja lah”. Inilah penyakit mental paling umum yang diderita masyarakat, menganggap persiapan dana pensiun diawali nanti saat usia 50 tahun. Usia rawan penyakit dimana aroma parfum di tubuh sudah tergantikan oleh aroma balsem gosok dan minyak angin hehehe...
Untuk lebih mempertegas silahkan baca penjelasan berikut ini
Umumnya usia produktif kerja dimulai usia 25 tahun hingga pensiun di usia 55 tahun. Seiring dengan berjalannya waktu, Gaji/Penghasilan juga meningkat.
Meningkatnya gaji/penghasilan atau kenaikan jabatan biasanya berbanding lurus dengan “Manfaat/Benefit” semisal: THR, Tunjangan kesehatan, Bonus, dll
Sangat manusiawi bila seiring berjalannya waktu maka kebutuhan dan gengsi/gaya hidup meningkat pula. Bila di usia 25 tahun memiliki satu sepeda motor sudah cukup, maka di usia 30an memiliki mobil pribadi merupakan kebutuhan pula.
Tibalah masa pensiun di usia 55 tahun. Penghasilan/gaji tidak lagi sebesar dahulu ketika aktif bekerja. Tunjangan pensiun biasanya sebesar seperempat dari gaji terakhir. Mengurangi gaya hidup/gengsi tidaklah terlalu sulit. Yang menjadi masalah adalah amat sulit untuk memenuhi kebutuhan pokok yang sudah kita jalani selama bertahun-tahun karena penghasilan yang jauh menurun. Selain itu di usia tua, kita masih membutuhkan sejumlah manfaat/benefit yang dulu didapat selama masih aktif bekerja semisal: Tunjangan kesehatan.
Pertanyaannya, bagaimana caranya agar kebutuhan pokok dan manfaat itu tetap bisa kita nikmati di masa pensiun? Bagaimana solusinya?
Solusi paling realistis adalah kita harus menyiapkan dana pensiun kita sejak sekarang. Lalu dimana sebaiknya kita memulai menyusun langkah mempersiapkannya?
TAPRO Allianz adalah solusinya.
TAPRO Allianz sangat cocok dipilih untuk anda yang masih berada pada usia produktif yaitu usia 20-an hingga 40-an. Karena dengan mengawali persiapan pensiun sejak dini, jumlah dana yang anda keluarkan bisa ditekan sekecil mungkin.
Baca pula: Tabungan Biasa Atau TAPRO Allianz?
TAPRO Allianz memiliki nilai tunai yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan pokok selama masa pensiun. Asuransi jiwa-nya sangat berguna untuk menggantikan tunjangan kesehatan, inilah manfaat/benefit pengganti setelah anda pensiun dari tempat kerja.
So, mulailah sejak sekarang untuk mempersiapkan masa pensiun Anda agar tidak menyesal di kemudian hari. Keluarga bergantung kepada anda.
Hubungi Agen Asuransi Allianz wilayah Klaten, Solo, Yogyakarta, dan sekitarnya. Didit Aby : 085867941941
[Continue reading...]
PADA edisi kali ini saya akan menyajikan kepada Anda tentang hasil survei terkini perihal urgensi berasuransi jiwa di Amerika Serikat (AS).
Fakta ini penting untuk kita simak karena dampak krisis global serta-merta memunculkan kesadaran masyarakat di negara itu untuk berasuransi jiwa. Urgensi tersebut seyogianya bisa menjadi referensi bagi masyarakat kita untuk segera memperlengkapi diri dan keluarga dengan asuransi jiwa. Survei berskala nasional yang diadakan di Amerika Serikat pada 8-15 Juli 2010 terhadap 1.004 warga masyarakat baru saja dirilis hasilnya minggu lalu.
Secara statistik, hasil survei menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat di negeri itu terhadap proteksi asuransi dan keamanan keuangan dalam konteks perencanaan keuangan mengalami pertumbuhan yang pesat.
Ini menunjukkan terjadinya peningkatan kesadaran di kalangan warga Amerika Serikat terhadap risiko keuangan yang akan mereka alami terkait dengan dampak negatif akibat hantaman resesi ekonomi global. Gelombang krisis keuangan global pada 2007-2008 telah menghantam denyut perekonomian dunia, termasuk di dalamnya eksistensi pasar saham, industri keuangan, dunia usaha, dan dinamika kehidupan masyarakat.
Sadar Berasuransi Jiwa
Survei menunjukkan, hampir 46 persen penduduk AS yang berusia di atas 30 tahun mengatakan bahwa saat ini mereka peduli dalam hal pengelolaan risiko keuangan ketimbang sebelum terjadinya krisis keuangan global. Ketika mereka ditanya tentang langkah apa yang akan mereka lakukan pasca terjadinya krisis keuangan, 14 persen di antara mereka menyatakan sudah berkonsultasi dengan ahli perencana keuangan jangka panjang.
Survei juga menunjukkan hampir seperempat atau 22 persen dari penduduk AS yang berusia 30 tahun ke atas baru melakukan perencanaan keuangan jangka panjang untuk pertama kalinya. Artinya, mereka belum pernah melakukan perencanaan keuangan tersebut. Dalam memilih perusahaan lembaga keuangan seperti asuransi jiwa, 14 persen di antara mereka memilih perusahaan yang bereputasi dan memiliki kekuatan keuangan yang solid.
Krisis keuangan global tampaknya mengajarkan kepada warga AS tentang pentingnya melakukan perencanaan keuangan untuk mengatasi berbagai ketidakpastian dan risiko yang mengancam mereka di masa depan. Krisis ekonomi terdahulu telah menghancurkan ekonomi banyak keluarga sehingga mereka jatuh miskin!
Harta dan kekayaan mereka tiba-tiba berkurang nilainya akibat kontraksi pasar saham dan keuangan! Harapan mereka untuk menikmati kehidupan yang berkualitas menjadi berantakan! Bangkrutnya berbagai perusahaan membuat banyak orang yang bekerja di dalamnya tidak memiliki kepastian di masa depan.
Serangkaian dampak buruk tersebut telah membuka hati warga AS untuk memperlengkapi diri dengan produk asuransi jiwa. Bagaimana dengan kesadaran masyarakat kita dalam berasuransi jiwa? Berdasarkan data yang dikumpulkan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), jumlah manfaat klaim meninggal dunia yang telah dibayarkan oleh perusahaan selama kuartal I-2010 adalah Rp762,8 miliar. Jumlah ini menunjukkan sisi penting peran asuransi dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat di negara kita.
Santunan klaim meninggal dunia tentu sangat dibutuhkan oleh keluarga yang ditinggalkan oleh tertanggung. Dalam hal ini manfaat polis asuransi jiwa bisa mengakomodasi ragam kebutuhan keuangan keluarga, misalnya untuk biaya pendidikan anak-anak, pelunasan utang, dan biaya kehidupan keluarga dengan standar yang memadai.
Salah satu alasan penting mengapa seseorang harus membeli polis asuransi jiwa adalah bahwa yang bersangkutan mencintai pasangan hidup dan anak-anak tercinta.
Ketika polis asuransi jiwa ada dalam genggamannya, ada kepastian bahwa pasangan hidup dan anak-anak mendapatkan perlindungan dalam hal kebutuhan keuangan manakala yang bersangkutan mengalami musibah/kemalangan secara tak terduga. Ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari polis asuransi jiwa, antara lain pengganti penghasilan (income replacement), mempersiapkan dana pendidikan bagi anak-anak (education funding), persiapan dana untuk perawatan kesehatan dan kecelakaan (health insurance), menabung dan mengakumulasi aset (saving & asset accumulation), serta meningkatkan dan mengembangkan aset (asset enhancement).
Bagaimana dengan Anda? Ketika Anda belum memiliki polis asuransi jiwa, ada beberapa pertanyaan yang seyogianya menjadi perenungan. Apakah yang terjadi pada keluarga bila suatu kemalangan menimpa Anda? Apakah Anda ingin agar keluarga tercinta bisa melanjutkan kehidupan dengan baik sesuai dengan kualitas yang sudah Anda sediakan sebelum Anda meninggalkan mereka? Apakah anak-anak Anda bisa melanjutkan studi hingga ke perguruan tinggi sesuai cita-cita mereka?
Baca pula: Apakah Asuransi Jiwa Tidak Mendatangkan Manfaat Selagi Kita Hidup?
Seandainya nanti Anda memasuki usia pensiun, apakah Anda tidak ingin pasangan Anda nantinya tetap menerima penghasilan bulanan? Atau, bila Anda adalah seorang pengusaha, apakah Anda tidak ingin mitra kerja atau penerus usaha Anda nantinya bisa melanjutkan denyut bisnis dengan baik meski Anda tidak lagi bersama mereka? Perenungan tersebut seyogianya bisa memunculkan kesadaran Anda untuk memperlengkapi diri dengan asuransi jiwa sesuai dengan kebutuhan Anda.
Asuransi jiwa berperan dalam membantu dan menopang keuangan keluarga Anda manakala suatu kemalangan/ tragedi terjadi dalam kehidupan Anda. Sederhananya, asuransi jiwa membantu Anda dalam memastikan kelangsungan hidup keluarga dengan dukungan finansial yang memadai. Keputusan Anda dalam berasuransi merupakan bukti riil kasih dan perhatian Anda kepada pasangan hidup dan anak-anak tercinta. Selamat berasuransi jiwa.
[Continue reading...]
Masa pensiun bukan hanya milik kita. Memasuki masa pensiun berarti kita dapat lebih sering bertemu keluarga, anak maupun cucu. Untuk itu penting bagi kita untuk mempersiapkan masa pensiun sebaik mungkin, sehingga di saat pensiun nanti kita dapat memberikan kebahagian pada anak cucu, dan tidak memberatkan keluarga atau kerabat.
Di usia muda, sebelum Anda membeli mobil dan pakaian mahal atau berlibur ke tempat-tempat eksotis, pikirkanlah untuk meningkatkan pendapatan terlebih dahulu. Hindari untuk bersikap boros saat memasuki usia matang 25 tahun hingga 30-an. Maklum, masa-masa ini merupakan periode yang banyak menyita uang. Misalnya, saat menikah, membeli rumah baru atau punya anak.
Biasanya pakar-pakar perencana keuangan akan menyarankan 4 hal berikut:
1. Siapkan dana pensiun Anda
Suatu saat anda akan pensiun dan berhenti bekerja saat usia sudah cukup tua. Banyak orang yang jaya di masa mudanya lalu jatuh terpuruk di usia tua karena lupa atau terlambat mempersiapkan dana pensiun.
Hitunglah gambaran besaran biaya hidup yang dibutuhkan saat pensiun kelak. Hitung pula gambaran besaran penghasilan yang diharapkan diperoleh kelak sebagai pengganti penghasilan pada saat ini.
2. Berinvestasi
Investasi yang cerdik merupakan gagasan hebat jika punya uang lebih setiap bulannya. Berinvestasi tak berarti Anda harus ke pasar saham.
Jangka waktu investasi untuk persiapan dana pensiun dapat dibagi menjadi tiga, yaitu jangka pendek dengan durasi investasi 1 sampai 5 tahun, jangka menengah durasi investasi 5 sampai 10 tahun, dan jangka panjang dengan durasi investasi lebih dari 10 tahun.
Untuk menentukan jangka waktu investasi diukur dari berapa tahun lagi kita akan pensiun, misalnya saat ini berumur 25 tahun berarti masih tersisa 30 tahun lagi memasuki masa pensiun (usia pensiun adalah 55 tahun), sehingga jangka waktu investasi termasuk dalam kategori jangka panjang.
3. Menabung
Jika Anda tak berminat untuk berinvestasi, maka jangan lupa tabung uang Anda. Banyak sekali bank yang menawarkan paket tabungan dengan bunga yang lumayan. Mulailah menabung dan hiduplah dengan sejahtera sejak Anda berusia 25 – 30 tahun.
Baca pula: Agar Masa Pensiun Tetap Sejahtera dan Kaya4. Asuransi
Problem masa tua atau masa pensiun selain kesulitan keuangan juga masalah kesehatan yang cenderung menurun. Tentu anda tidak menginginkan sakit apalagi penyakit kritis, di sisi lain siapapun tidak bisa menjamin dirinya bakal sehat selalu.
Untuk itu keputusan mengambil Asuransi jiwa maupun asuransi kesehatan sejak usia 20-an atau 30-an adalah keputusan yang sangat baik.
Investasi, tabungan maupun dana pensiun anda akan sia-sia jika semua itu habis hanya untuk berobat ke rumah sakit saat tua kelak. Mengapa perlu mengambil Asuransi Jiwa / kesehatan saat usia 20-an atau 30-an? Karena uang pertanggungan pada usia tersebut cukup besar. Jika anda mengambil asuransi saat usia anda 40 tahun, uang pertanggungan akan menjadi lebih kecil.
Dengan demikian uang tabungan, investasi dan dana pensiun anda akan terselamatkan karena anda punya kantong khusus untuk melindungi kesehatan Anda sendiri melalui Asuransi.
[Continue reading...]
Manusia tentunya memiliki batasan usia saat berkarya. Apalagi, bila Anda bekerja sebagai karyawan di suatu perusahaan atau institusi lainnya. Umumnya, usia pensiun ditetapkan saat usia menginjak 55 tahun.
Pensiun adalah perkara yang sangat rumit, terutama bagi pelaku pensiun. Bagaimana tidak? Anda yang selama bertahun-tahun memiliki jabatan dan penghasilan tetap, punya target-target yang harus dipenuhi, serta kreativitas dan sikap maju dalam kompetisi kerja yang berakhir saat memasuki usia pensiun.
Tanpa persiapan, Anda dapat merasa sengsara saat menjalani masa pensiun. Sengsara di sini bukan hanya berarti secara materi karena tidak cukup, tetapi juga melingkupi secara mental. Yaitu, tidak memiliki persiapan secara mental untuk dapat mengarungi kehidupan di masa pensiun. Akibatnya, sindroma pasca-kekuasaan, di mana seseorang merasa kehilangan kekuasaan akibat kehilangan jabatan saat pensiun.
Persiapan juga bisa menjadi sesuatu yang menjebak. Artinya, saat Anda sudah merasa yakin dengan persiapan yang Anda lakukan, pada kenyataan, persiapan itu ternyata tidak mencukupi kebutuhan Anda dan keluarga semasa pensiun. Salah satu persiapan yang dapat menjebak Anda adalah fasilitas pensiun dari kantor tempat Anda bekerja. Mengapa? Karena pada banyak kasus, uang pensiun yang diterima tidak cukup besar untuk menunjang gaya hidup semasa masih bekerja. Padahal, selama bekerja, Anda merasa yakin bahwa pensiun yang diterima dari kantor bakal mencukupi.
Baca Pula: Pilih Asuransi UnitLink atau TermLife?Itu sebabnya Anda perlu merencanakan persiapan pensiun di luar yang sudah disediakan oleh kantor. Cara paling mendasar adalah dengan menabung, baik di tabungan ataupun deposito. Kekurangannya, nilai uang Anda akan tergerus inflasi. Asuransi juga merupakan salah satu persiapan yang baik, terutama dalam hal proteksi atas berbagai hal yang tidak diinginkan. Selain tabungan dan asuransi, investasi juga patut Anda pertimbangkan yang bisa menggantikan nilai tabungan dan deposito yang turun akibat inflasi.
Sumber : http://www.eciputra.com/berita-5857-agar-masa-pensiun-anda-tak-sengsara.html
[Continue reading...]