kaca mata
Tampilkan postingan dengan label haji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label haji. Tampilkan semua postingan

Kamis, September 03, 2015

HAJI MABRUR

- 0 komentar
“Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal sholeh ke dalam surga-surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera” (QS Al Hajj : 23)

Istilah Haji Mabrur sudah sangat sering kita dengar, seperti ucapan “Haji mabrur adalah haji yang makbul yakni haji yang diterima oleh Allah SWT” meskipun pada hakikatnya, bahwa hanya Allah-lah yang menentukan dan mengetahui apakah diterima dan tidaknya haji yang kita tunaikan. 

Namun melalui penjelasan yang bersumber dari Rasulullah SAW telah dijelaskan kriteria untuk mencapainya, antara lain :
  1. Niat Lurus. Tunaikanlah ibadah haji dengan benar-benar berangkat dari motivasi dan niat yang ikhlas karena Allah SWT
  2. Mencontoh manasik Rasulullah SAW. Melakukan manasik hajinya dengan meneladani dan mempedomani manasik haji Rasulullah SAW.
  3.  Rezeki Halal. Segala biaya dan nafkah yang digunakan untuk menunaikan ibadah haji haruslah benar-benar bersumber dari yang halal. Tasbih, Tabungan Asuransi Biaya Haji dari Allianz merupakan tempat yang baik untuk menabung serta menjamin resiko selama Anda beribadah haji di tanah suci. Lebih lengkap tentang Allianz Tasbih dapat anda baca disini.
  4. Menjaga Lisan. Hendaklah menjauhi rafats (mengeluarkan perkataan yang menimbulkan birahi), berbuat fasik, dan berbantah-bantah.
  5. Membawa perbaikan. Ibadah haji yang ditunaikan harus mampu memperbaiki akhlak dan tingkah laku.

Sungguh nikmat dan beruntung bagi hamba Allah yang bisa berhaji, karena dengan amal sholeh yang dibawa dari tanah suci Allah akan limpahkan rahmat kepadanya. Allah janjinya surga yang dialiri sungai-sungai. Semoga cita-cita anda untuk menunaikan ibadah haji dapat terlaksana bersama Allianz Tasbih Amiin.

Agen Allianz Tasbih, Agen asuransi Klaten, Solo, Yogyakarta dan sekitarnya. Hubungi 085867941941


[Continue reading...]

Senin, Agustus 10, 2015

Kisah Tukang Bakso ingin pergi Haji

- 0 komentar
Kisah Tukang Bakso ingin pergi Haji :
3 Wadah Uang Si Emang Tukang Bakso

CERITA ini adalah cerita dari keeleganan seorang tukang bakso menjawab pertanyaan pelanggannya. Bahkan mungkin tidak terpikirkan sebelumnya. Layak untuk menjadi buah perenungan untuk kita.

Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai. Hujan rintik rintik selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini.

Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor, terdengar suara ketokan khas tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat, saya menghentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan anak – anak, “siapa yang mau bakso?”
Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya.

Ada satu hal yang menggelitik pikiran selama ini ketika saya membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Lalu saya bertanya atas rasa penasaran selama ini.

“Mang, kalo boleh tahu, kenapa uang-uang itu Emang pisahkan? Barangkali ada tujuan?” Tanya saya.
“Iya pak, Emang sudah memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja, Emang hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak Emang, mana yang menjadi hak orang lain atau tempat ibadah, dan mana yang menjadi hak cita-cita penyempurnaan iman.”

“Maksudnya…?” saya melanjutkan bertanya.

“Iya Pak, kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Emang membagi tiga, dengan pembagian sebagai seperti ini,
Pertama, uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari – hari Emang dan keluarga.
Kedua, uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso, Emang selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.
Ketiga, uang yang masuk ke kencleng, karena emang ingin menyempurnakan agama yang Emang pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu, untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar. Maka Emang berdiskusi dengan istri dan istri menyetujui bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, Emang harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi Emang dan istri akan melaksanakan ibadah haji.

Hatiku sangat-sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si emang tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki pikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki.

“Iya memang bagus… Tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya,” Tanya saya kemudian.

“Itulah sebabnya Pak. Emang justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini. Karena definisi mampu bukan hak pak RT atau pak RW, bukan hak pak Camat ataupun MUI. 

Definisi “mampu” adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu.
Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, “mampu”, maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita,” demikian jawaban si Emang tukang bakso.

Subhnallah… [ds/islampos/kisah inspirasi]

KINI,
Allianz Syariah hadir dengan produk asuransi unggulannya yaitu Allianz Tasbih yang dapat mewujudkan satu hal yang terpenting untuk mewujudkan rukun islam yang ke-5.

Agen Asuransi Allianz Klaten, Solo, Jogja dan sekitarnya 085867941941

Baca selengkapnya:
Tabungan Asuransi Biaya Haji (Tasbih) ; Pertama di Asia Tenggara

Agen Allianz Klaten, Solo, Jogja dan sekitarnya
Didit Aby (085867941941)
[Continue reading...]

Rabu, Juli 08, 2015

Bagaimana Tasbih bisa memenuhi kebutuhan ONH plus?

- 0 komentar
Untuk mewujudkan niat ibadah haji sebagai salah satu dari lima rukun memerlukan kesiapan batin serta tersedianya dana haji untuk Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

Dengan perencanaan tahapan dana haji yang tepat dari Allianz Syariah, niat haji Anda dapat direalisasikan dan diwujudkan dengan tambahan manfaat perlindungan bagi Anda dan keluarga tercinta.

Allianz Syariah hadir dengan produk asuransi unggulannya yaitu Allianz Tasbih yang dapat mewujudkan satu hal yang terpenting untuk mewujudkan rukun islam yang ke-5.

Sebelum secara konkret membahas bagaimana Tasbih bisa memenuhi kebutuhan ONH Plus, Anda harus sudah paham terlebih dahulu konsep dari Allianz Tasbih yang sudah saya tulis dalam posting terdahulu di sini

Untuk kebutuhan ONH Plus, Anda bisa ambil UP 130 juta dibayar 5 tahun. Pada Dana Tahapan pertama keluar, 65 Juta Rupiah yang akan Anda gunakan untuk melunasi biaya sisa ONH plus, yaitu sekitar USD 5,000. 

Pada saat resiko meninggal terjadi pada ibadah haji, keluarga Anda bisa menerima warisan 260 Juta + nilai tunai.

Namun bila Alhamdulillah Anda bisa menyelesaikan Ibadah Haji anda tanpa resiko meninggal dunia dan bisa pulang kembali ke tanah air dengan selamat, masih ada dana tahapan ke 2 yang bisa anda nikmati. Selain itu Anda masih memiliki proteksi (perlindungan) asuransi meninggal 130 juta  selama 11 tahun kedepan. 

Semoga Allianz Tasbih ini benar-benar memberi manfaat bagi Anda yang hendak menunaikan Ibadah Haji dengan khusyuk dan nyaman.

[Continue reading...]

Minggu, Juni 14, 2015

Tabungan Asuransi Biaya Haji (Tasbih) ; Pertama di Asia Tenggara

- 0 komentar

Agen Tasbih, Agen Asuransi Allianz Klaten, Solo, Jogja dan sekitarnya. Hubungi 085867941941 

Tabungan Asuransi Biaya Haji
Pertama di Asia Tenggara

Membantu Anda dalam mewujudkan impian untuk menunaikan ibadah haji.

Untuk mewujudkan niat ibadah haji sebagai salah satu dari lima pondasi (rukun) memerlukan kesiapan batin serta tersedianya dana haji untuk Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

Dengan perencanaan tahapan dana haji yang tepat dari Allianz Syariah, niat haji Anda dapat direalisasikan dan diwujudkan dengan tambahan manfaat perlindungan bagi Anda dan keluarga tercinta.

Allianz Syariah hadir dengan produk asuransi unggulannya yaitu Allianz Tasbih yang dapat mewujudkan satu hal yang terpenting untuk mewujudkan rukun islam yang ke-5.

Dapatkan manfaat perlindungan dan penanganan medis profesional yang menjamin ibadah haji Anda berjalan tanpa rasa khawatir.

Keterangan:

Jika meninggal dunia karena sakit, Ahli waris akan mendapatkan Santunan meninggal Dunia 100%
Jika meninggal dunia di saat menunaikan Ibadah Haji maka akan mendapatkan Santunan meninggal Dunia sebesar 200%

Selama mengikuti asuransi Tertanggung akan mendapatkan perlindungan Medical Evakuasi
Masa asuransi adalah = masa pembayaran konstribusi / premi + 10 tahun + 1 tahun
Setelah selesai masa pembayaran kontribusi / premi pemegang polis akan mendapatkan tahapan dana pertama sebesar 50% dari santunan meninggal dunia
Setelah tahapan dana pertama pemegang polis akan mendapatkan tahapan dana kedua sebesar sisa saldo dana yang berkembang didalam produk ini.

Keunggulan Tasbih (Tabungan Asuransi Biaya Haji)



1. Manfaat Tabungan

A. Perencanaan keuangan yang fleksibel sesuai kebutuhan dana haji Anda ke depan:

Target Dana Haji

Min IDR 50.000.000
> IDR 50.000.000
Jangka waktu pembayaran premi:

5 Tahun (dengan masa asuransi 15 tahun)
10 Tahun (dengan masa asuransi 20 tahun)
15 Tahun (dengan masa asuransi 25 tahun)
Pilihan termin pembayaran:

Triwulan
Semester
Tahunan

B. Jumlah kontribusi yang terjangkau untuk Anda

Keunggulan Allianz Tasbih adalah Anda cukup menabung kontribusi
selama jangka waktu yang telah ditentukan oleh Anda tanpa perlu
sampai sejumlah Target Dana Tahapan Haji yang diinginkan.

2. Manfaat Asuransi

A. Meninggal Dunia
100% Santunan Asuransi apabila Peserta meninggal dunia + saldo tabungan target dana haji yang terbentuk.
200% Santunan Asuransi ditambah saldo tabungan yang terbentuk apabila Peserta meninggal dunia pada saat menunaikan ibadah haji sejak masuk asrama haji bagi program ONH reguler atau bandara keberangkatan bagi program ONH Plus menjelang keberangkatan (di bandara) sampai dengan kembali lagi ke rumah masing-masing Peserta di tanah air sebelum masa asuransinya berakhir.

B. vakuasi Medis & Repatriasi Darurat (Blue Dot)

Apabila Peserta mengalami kecelakaan atau terkena sakit secara tiba-tiba selama bepergian jauh, diperkuat dengan penilaian medis dari Allianz, apabila fasilitas medis tidak bisa melakukan penanganan pasien, maka penyedia evakuasi (Blue Dot) akan memindahkan pasien ke tempat fasilitas medis lainnya (termasuk yang lebih jauh) atau rumah (selama berada di area regional tempat tinggal).

ILUSTRASI (Contoh: 50 Juta)



Berapa biaya yang harus anda bayarkan? 
Klik disini untuk menghitungnya

Baca pula: 
Tanya Jawab Tentang Allianz Tasbih

Tips Cerdas Memilih Asuransi Kesehatan 

Bagaimana Memiliki Aset dan Mendesain Masa Depan Keluarga

[Continue reading...]
 
Copyright © . Portal Berita Asuransi - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger