kaca mata
Tampilkan postingan dengan label bunga majemuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bunga majemuk. Tampilkan semua postingan

Minggu, Februari 01, 2015

Cara Mencari Reksadana Online Terbaik

- 0 komentar
Cara paling murah dan mudah berinvestasi Reksadana adalah secara online. Bagaimana cara mencari Reksadana Online Terbaik dan Terpercaya?

Sedih melihat perilaku berinvestasi masyarakat kita. Menurut survei terbaru Manulife Index (saya baca di harian Kompas beberapa saat lalu), mayoritas masih menempatkan uangnya di tabungan atau deposito. Padahal, bisa dipastikan, return bunga tabungan atau deposito itu relatif kecil, tidak cukup untuk mencapai tujuan keuangan, seperti dana pendidikan atau dana pensiun.

Reksadana yang seharusnya jadi pilihan, karena return-nya relatif tinggi, jauh diatas tabungan dan deposito, justru belum banyak dimanfaatkan masyarakat.

Besar harapan munculnya reksadana online bisa meningkatkan gairah dan partisipasi masyarakat berinvestasi di Reksadana karena membuat prosesnya lebih murah dan mudah.

Sebelum era online datang, saya mengalami betapa repotnya melakukan investasi Reksadana. Mulai dari isi formulir hardcopy, yang kemudian harus dikirimkan melalui surat (iya, surat!) ke manajer investasi. Setelah itu, melakukan transfer ke rekening Reksadana untuk melakukan pembayaran. Tunggu beberapa hari kemudian, manajer investasi akan mengirim bukti, kembali melalui surat, bahwa transaksi sudah dieksekusi.
asuransi

Total waktu yang dihabiskan di era manual ini bisa mencapai 3 sampai 4 hari. Dalam periode itu, pasar saham sudah bisa bergerak kemana – mana. Meskipun, tujuan investasi sebaiknya untuk jangka panjang, sehingga tidak terpengaruh oleh fluktuasi jangka pendek.

Dulu, untuk kita tahu berapa nilai investasi di reksadana secara cepat tidaklah mudah. Karena data nilai aktiva bersih (NAB) terbaru tidak tersedia segera. NAB baru ada satu hari kemudian dan itu pun hanya di satu koran. NAB adalah harga unit reksadana yang jadi acuan menghitung nilai investasi.

Tapi, masa ‘kegelapan’ itu sudah lewat. Sekarang, fasilitas online via internet memungkinkan transaksi Reksadana selesai dalam hitungan menit atau bahkan detik.

Anda tinggal duduk manis sambil mengetik perintah di komputer atau smartphone. Proses jual beli Reksadana sudah bisa dijalankan secara real-time. Tidak perlu lagi surat menyurat. Semuanya lebih mudah dan cepat.

Ingin cek berapa posisi investasi yang kita miliki? Bisa dengan mudah dicek setiap saat secara online. Alhasil, pergerakkan portfolio reksadana yang kita miliki bisa diamati setiap hari.

Yang tidak kalah penting, online memungkinkan nasabah bisa berinvestasi Reksadana dalam jumlah kecil. Karena prosesnya lebih efisien. Bisa membeli Reksadana mulai dari Rp 100 ribu di online.

Saya selalu bilang, membeli Reksadana sekarang ini, semudah dan semurah membeli pulsa.

Karena itu, saya selalu menyarankan investor, terutama pemula, untuk belajar melakukan transaksi Reksadana secara online. Itu pilihan yang paling efisien dan efektif.

Di pasar, mulai banyak lahir platform Reksadana Online. Hal yang bagus dan menjanjikan karena investor memiliki banyak pilihan. Misalnya, situs online dari Commonwealth Bank, IPOTFUND, Danareksa, Mandiri, dan Panin.

Bagaimana kita belajar cara memilih yang terbaik? Mana yang terpercaya?
Jenis Reksadana Online

Secara umum, ada dua model Reksadana online.

    Eksklusif menjual Reksadana hanya dari satu Manajer Investasi. Reksadana dari Manajer Investasi lain tidak dijual. Contohnya adalah Danareksa (D’One), Panin dan Mandiri.
    Supermarket Reksadana yang menawarkan produk dari berbagai Manajer Investasi. Contohnya adalah Commonwealth Bank dan IPOTFUND dari Indo Premier.

Anda bisa memilih cara bermain yang paling sesuai dengan kebutuhan. Biasanya, kalau investor sudah punya Reksadana favorit, mereka akan langsung membeli ke Manajer Investasi pilihannya. Tidak tengak-tengok kiri – kanan lagi. Ini cocok dengan model pertama.

Buat saya, bermain dengan model kedua lebih menarik, karena ada fleksibilitas dan keleluasaan dengan banyaknya pilihan. Saya tipe yang rajin mengevaluasi kinerja Reksadana milik saya.  Prinsipnya, tidak ada yang favorit, saya akan loyal selama kinerjanya sesuai target. Sebaliknya, jika tidak, saya akan ganti. Dengan style seperti ini, saya butuh platform yang mudah dan murah untuk berpindah antara Reksadana.

Saya juga mengamati bahwa setiap Manajer Investasi biasanya punya spesialisasi. Misalnya, bagus di jenis pasar uang, tapi kurang bagus di saham. Tidak ada manajer investasi yang cemerlang dan unggul di semua jenis Reksadana.

Dengan model kedua, Anda lebih mudah memilih Reksadana yang sesuai dengan spesialisasi Manajer Investasi tersebut. Kalau di model pertama, mau tidak mau, Anda terpatok pada satu Manajer Investasi saja, yang mungkin tidak unggul di semua jenis Reksadana.
Proses Transaksi Reksadana Online
Belajar Reksadana

Perlu dipahami bahwa reksadana online, terutama yang bersifat supermarket, adalah agen penjual. Artinya, produk yang dijual bukan produk mereka sendiri, namun milik manajer investasi lain.

Secara umum, aturan dalam pendaftaran dan transaksi secara online adalah sebagai berikut:

Pertama, mengisi formulir dan membuka rekening. Ada yang mensyaratkan minimum setoran awal untuk pembukaan rekening, misalnya setoran awal Rp 500 ribu, ada yang tidak. Setelah rekening dibuka, nasabah akan mendapatkan fasilitas jual beli Reksadana Online.

Kedua, untuk mulai trading, misalnya ingin beli, investor harus menyetor uang terlebih dahulu ke rekening nasabah. Proses pembelian Reksadana dilakukan dengan mengambil dana dari rekening ini. Untuk transaksi jual Reksadana, pencairan dana ditempatkan di rekening nasabah.

Ketiga, ketika trading, nasabah memilih reksadana dan memasukkan order investasinya ke sistem online. Berdasarkan order itu, bank memindahkan dana dari rekening nasabah ke rekening reksadana. Maksimum tujuh hari kerja setelah transaksi (T+7), kepemilikan Reksadana efektif, yang bisa dilihat di laporan investasi yang disediakan secara online.
Kriteria Memilih Reksadana Online

Berdasarkan pengalaman dan review menggunakan beberapa platform, saya mencatat sejumlah hal penting, ketika mencari reksadana online yang terpercaya, sebagai berikut:
Pendaftaran dan Transaksi yang Mudah

Karena ini online, saya cari yang tidak perlu datang ke kantor cabang. Tidak harus datang ke kantor cabang untuk membuka rekening pertama kalinya. Tidak pula harus datang kembali ke kantor, setiap membuka Reksadana baru (walaupun sudah membuka rekening). Termasuk kemudahan cara melakukan top up investasi secara online.
Minimum Investasi Kecil

Buat saya, syarat minimum investasi yang kecil, akan sangat membantu. Dengan begitu, investasi bisa segera dimulai tanpa harus menunggu uangnya terkumpul banyak. Minimum investasi yang rendah memicu nasabah berinvestasi sejak dini.
Banyak Pilihan Reksadana dan Manajer Investasi

Saya memilih platform yang menawarkan banyak pilihan manajer investasi dan reksadana. Jadi produk yang dijual tidak hanya keluaran satu manajer investasi.  Dengan banyak pilihan, ada berbagai produk dengan karakter, strategi dan tingkat risikonya yang berbeda – beda, sehingga semua kebutuhan nasabah bisa terpenuhi. Pastikan pula nama – nama Manajer Investasi, yang menjadi incaran Anda, menjual produknya di platform tersebut.
Fasilitas Auto-Invest

Fasilitas auto-invest mempermudah investasi rutin. Dengan fasilitas ini, Anda tidak perlu melakukan perintah order setiap bulan, namun cukup membuat perintah satu kali diawal, sisanya pihak pengelola yang akan menjalankannya secara otomatis setiap bulan. Tugas nasabah memastikan bahwa tersedia dana yang cukup di rekening sebelum tanggal jadwal transaksi. Fasilitas ini juga membantu disiplin berinvestasi secara rutin.
Biaya Transaksi Murah

Biaya transaksi online seharusnya murah karena prosesnya lebih efisien. Saya cari platform yang membebaskan biaya transaksi pembelian maupun penjualan. Murahnya biaya transaksi membuat investor mudah untuk menukar produk reksadana yang tidak sesuai harapan. Kalau biaya transaksi mahal, kita jadi berpikir dua kali untuk mengganti Reksadana yang tidak sesuai harapan.
Jaminan Keamanan Transaksi

Karena ini sifatnya online, tanpa tatap muka, keamanan sistem transaksi menjadi keharusan. Harus dipastikan sertifikasi sistem, koneksi pengiriman data dienkripsi, serta mengikuti metode yang digunakan di institusi dan bank besar di dunia dalam menjaga keamanan transaksi internet banking. Menggunakan Rekening Dana Investor (RDI) yang merupakan rekening bank khusus yang beratas-namakan investor sebagai penyimpanan dana tunai yang dipergunakan untuk penyelesaian transaksi. Dan setiap unit penyertaan reksadana akan disimpan dan dicatat pada Bank Kustodian, bukan pada pengelola Reksadana.
Tools untuk Memilih Reksadana

Berinvestasi membutuhkan riset dan data untuk mengambil keputusan. Saya cari reksadana online yang menyediakan fitur data dan riset lengkap secara cuma – cuma. Itu pasti sangat membantu. Misalnya, data untuk memfilter, membandingkan, mengkategorikan Reksadana sesuai profil resiko investasi (yaitu konservatif, moderat konservatif, moderat, moderat agresif dan agresif).
Kesimpulan

Reksadana online adalah salah satu inovasi keuangan yang membantu investor. Dalam memilih sistem online yang terbaik dan terpercaya, sejumlah kriteria perlu dilihat, dipertimbangkan dan dievaluasi, supaya terwujud transaksi yang murah, mudah dan tepat.

Sumber : duwitmu.com
http://belajar-cara-membuat-website.blogspot.com/
[Continue reading...]

Rabu, Agustus 20, 2014

Memahami Konsep Bunga Dalam Berinvestasi

- 0 komentar
Dalam melakukan investasi sangatlah penting untuk memahami konsep pembagian hasilnya. Dalam investasi pada dunia perbankan Anda perlu belajar tentang konsep bunga (interest). Konsep bunga, sering disebut juga dengan konsep hasil investasi (return). Keduanya memiliki prinsip yang sama.

Mari kita ambil contoh, misalkan saja pada saat ini Anda memiliki dana sejumlah Rp 1 juta. Anda pergi ke bank, menemui customer servicenya, dan mengutarakan maksud Anda. Dia mengatakan bahwa bank akan memberlakukan suku bunga sebesar 12 persen per tahun bila Anda membuka deposito di situ.

Sekarang, kita akan menghitung, berapa bunga yang akan Anda dapatkan pada akhir tahun, dan berapa saldo investasi Anda bila Anda membiarkan saja investasi berputar selama sepuluh tahun. Untuk itu, ada beberapa pilihan sistem bunga:
1. Bunga Sederhana (simple interest)
2. Bunga Berbunga (compound interest)
Bunga berbunga bisa dibagi lagi. Yakni:
* Bunga Berbunga Tahunan (yearly compound interest)
* Bunga Berbunga Bulanan (monthly compound interest)
* Bunga Berbunga Harian (daily compound interest)


BUNGA SEDERHANA
Bila bank itu menggunakan sistem Bunga Sederhana, maka pada akhir tahun pertama, Anda akan mendapatkan bunga sebesar:
Rp 1 juta x 12 persen = Rp 120.000.
Pada akhir tahun kedua, Anda akan mendapatkan bunga sebesar:
Rp 1 juta x 12 persen = Rp 120.000.
Pada akhir tahun ketiga, Anda akan mendapatkan bunga sebesar
Rp 1 juta x 12 = Rp 120.000.
Begitu seterusnya, hingga setelah sepuluh tahun, Anda akan mendapatkan total bunga sebesar: Rp 120.000 x 10 = Rp 1.200.000.
Dengan demikian saldo investasi Anda akan menjadi: Rp 1.000.000 (dana awal) + Rp 1.200.000 (jumlah total bunga) = Rp 2.200.000.
Sederhana, bukan? Karena itu pula, sistem penghitungan bunga ini disebut Bunga Sederhana.

BUNGA BERBUNGA
Konsep bunga berbunga adalah suatu konsep di mana bunga yang Anda dapatkan akan ditambahkan ke uang pokok Anda, sehingga bunga yang dihasilkan pada tahun berikutnya akan lebih besar lagi. Persis seperti bola salju yang menggelinding dari atas bukit salju. Makin ke bawah makin besar.
Sekarang kita kembali gunakan contoh uang Rp 1 juta tadi. Bila Anda membuka deposito senilai Rp 1 juta dengan bunga 12 persen per tahun, maka saldo investasi Anda pada setiap akhir tahun adalah sebagai berikut:
Pada akhir tahun pertama, saldo Anda adalah:
Rp 1.000.000 + (Rp 1.000.000 x 12 persen) = Rp 1.000.000 + Rp 120.000 = Rp 1.120.000
Pada akhir tahun kedua, saldo Anda menjadi:
Rp 1.120.000 + (Rp 1.120.000 x 12 persen) = Rp 1.120.000 + Rp 134.400 = Rp 1.254.400.
Pada akhir tahun ketiga, saldo Anda menjadi:
Rp 1.254.400 + (Rp 1.254.400 x 12 persen) = Rp 1.254.400 + Rp 150.528 = Rp 1.404.928.
Begitu seterusnya tiap tahun, hingga akhirnya pada akhir tahun ke-10 saldo saldo investasi Anda akan menjadi Rp 3.105.848. Jauh lebih banyak dibanding apabila Anda memakai metode bunga sederhana tadi (yang hanya Rp 2.200.000).

BUNGA BERBUNGA BULANAN
Apa yang Anda lihat di atas tadi adalah konsep bunga berbunga, yang bunganya dibayarkan setiap tahun (yearly compound interest). Namun demikian, ada juga bunga berbunga yang bunganya dibayarkan setiap bulan (monthly compound interest).

Sebagai contoh, kita akan menggunakan angka yang sama dengan contoh di atas, di mana Anda memasukkan uang Rp 1 juta. Hanya bedanya, Anda tidak membukanya dalam bentuk rekening deposito, tapi tabungan.
Untuk mudahnya, anggap saja tabungan ini juga memberi bunga 12 persen per tahun, dibayarkan secara bulanan. Ini berarti, pada setiap akhir bulan, bunga yang Anda dapatkan bukan 12 persen, melainkan 12 persen dibagi 12, atau 1 persen. Ini karena ada 12 bulan dalam setahun.

Dengan demikian, perhitungan saldo investasi Anda pada akhir bulan pertama adalah:
Rp 1.000.000 + (Rp 1.000.000 x 1 persen) = Rp 1.000.000 + Rp 10.000 = Rp 1.010.000.
Pada akhir bulan kedua, saldo Anda menjadi:
Rp 1.010.000 + (Rp 1.010.000 x 1 persen) = Rp 1.010.000 + Rp 10.100 = Rp 1.020.100
Begitu seterusnya tiap bulan hingga pada akhir bulan ke-12 saldo Anda menjadi:
Rp 1.115.668 + (Rp 1.115.668 x 1 persen) = Rp 1.115.668 + Rp 11.157 = Rp 1.126.825.

Bila ini terus berlanjut hingga akhir tahun ke-10 (atau bulan ke-120), saldo investasi Anda menjadi Rp 3.300.387. Lebih banyak dibandingkan apabila Anda memakai sistem bunga berbunga tahunan.

BUNGA BERBUNGA HARIAN
Bagaimana dengan sistem bunga berbunga yang dibayarkan secara harian (daily compound interest)? Banyak iklan bank menawarkan produk tabungan yang memberikan bunga secara harian seperti ini. Konsepnya hampir sama dengan bunga berbunga bulanan. Bedanya, bunganya tidak dibagi 12, tetapi 365 (sesuai jumlah hari per tahun), hingga besarnya adalah 0.03 persen per hari.

Kini kita akan menghitung, berapa jumlah yang akan Anda dapatkan. Sekali lagi, kita gunakan contoh seperti di atas.

Saldo Anda pada akhir hari pertama adalah:
Rp 1.000.000 + (Rp 1.000.000 x 0,03 persen) = Rp 1.000.000 + Rp 329 = Rp 1.000.329.
Begitu seterusnya hingga setelah setahun (atau akhir hari ke 365) saldo Anda menjadi:
Rp 1.127.104 + (Rp 1.127.104 x 0,03 persen) = Rp 1.127.104 + Rp 371 = Rp 1.127.475.
Bila diteruskan sampai 10 tahun, maka pada akhir hari ke 3.650, saldo Anda akan menjadi
Rp 3.319.462. Lebih banyak daripada kalau bank Anda memakai sistem bunga berbunga bulanan.

Sumber : konsepbungaberbunga.wordpress.com
[Continue reading...]

Selasa, Maret 18, 2014

Asuransi Single Premi Rp. 500 Juta

- 0 komentar
Bagi seorang profesional muda yang telah mencapai usia mapan, maka penting untuk melakukan investasi pada instrumen yang tepat. 

Untuk tujuan jangka panjang maka salah satunya adalah asuransi Single Premi yang mana dengan hanya 1x setoran premi akan memberikan 5 (lima) manfaat sekaligus yaitu :
  1. Proteksi asuransi jiwa dengan Uang Pertanggungan sebesar Rp. 5 milyar sampai umur 99 tahun.
  2. Melindungi mulai dari stadium awal (early) untuk 33 kondisi kritis yang akan mendapatkan Uang Pertanggungan sebesar Rp. 535 juta.
  3. Bila mengalami cacat atau meninggal dunia akibat kecelakaan maka akan mendapatkan Uang Pertanggungan sebesar Rp. 350 juta.
  4. Bila menjalani rawat inap di rumah sakit maka akan mendapatkan tunjangan harian rawat inap sebesar Rp. 1.000.000 / hari.
  5. Mendapatkan nilai tunai dengan asumsi imbal hasil investasi 10% pertahun pada usia ke 75 sebesar Rp. 7.471.647.000.
Ilustrasi : pria, usia 40 tahun, tidak merokok, imbal hasil investasi 10% pertahun.
Silakan hubungi kami untuk ilustrasi sesuai dengan kondisi yang Anda inginkan. Kami akan membuatkan dan memberikan konsultasi secara gratis.

Menjadi penting untuk memiliki asuransi saat kebutuhan hidup dasar telah terpenuhi yang memberikan perlindungan finansial bagi keluarga, salah satunya dengan asuransi Single Premi.
 
[Continue reading...]

Selasa, Desember 24, 2013

Pengertian Bunga Majemuk

- 0 komentar
ded897e1ecfcbbc7cd1422248c3c8c05_curveMenurut Albert Einstein, bunga berbunga (compound interest) adalah kekuatan paling besar di dunia dan kekuatan itu bisa membuat anda menjadi kaya dengan melipat gandakan uang anda. Bunga berbunga artinya bunga dari investasi anda akan berbunga, hasil akan berbunga lagi sehingga pertumbuhannya bukan lagi linear tapi eksponensial.


Perhatikan pada kurva ekponensial, pertumbuhan nilai pada awalnya akan lambat, namun semakin lama akan semakin tinggi pertumbuhannya. Berikut contoh perhitungan bunga – berbunga untuk uang anda. Asumsikan uang anda saat ini adalah Rp 10.000.000,- dan anda menginvestasikannya pada reksadana pendapatan tetap dengan asumsi pertumbuhan pertahunnya sebesar 10% dan tiap bulan anda akan memasukan dana Rp 500.000,- ke reksadana itu atau Rp 6.000.000,- per tahunnya. Anggap usia anda sekarang 25 tahun. Hasilnya ada pada kolom Kekayaan A dibawah ini.


Jika anda pensiun pada umur 50 tahun, anda akan memiliki 698 juta.
Kekayaan B adalah jika anda menabung 1 juta per bulan dan investasi anda berkembang 10% pertahun.
Kekayaan C adalah jika anda menabung 1 juta per bulan dan investasi anda berkembang 20% pertahun.

Perbedaan bunga 2 persen setahun terlihat banyak sekali bedanya. Oleh karena itu untuk menjadi milliarder, berikut tipsnya:
  1. Mulailah berinvestasi sekarang juga. Ingat semakin lama waktu menabung anda, pertumbuhan uang anda akan semakin cepat. Perhatikan pada tahun ke 40 kolom kekayaan C, uang anda bertumbuh seratusan juga dalam satu tahun. Sedangkan pada tahun ke 50 uang anda bertumbuh 1 milliar dari tahun sebelumnya. Untuk mencapai umur ke 50 berarti anda butuh 25 tahun dari sekarang. Oleh karena itu berinvestasilah sedini mungkin. Itulah mengapa time is money.
  2. Secepat mungkin kumpulkan uang pada tahun-tahun awal. Jika saja anda bisa bekerja keras dalam 1 tahun dan berhasil mengumpulkan 50 juta, lalu tetap menabung 500 ribu dengan bunga 10% per tahun, uang anda akan tumbuh menjadi 1,1 milliar. Jadi 10 juta di awal menghasilkan 698 juta sedangkan 50 juta di awal menghasilkan 1,1 milliar. Perbedaan yang sangat signifikan
  3. Berinvestasilah di saham, karena Indonesia ekonominya masih bertumbuh. 15% pertahun secara rata-rata dalam 25 tahun adalah sesuatu yang sangat mungkin, walaupun pasar saham sedang jatuh saat ini. Semakin panjang jangka waktu investasi anda, kemungkinan anda mengalami kerugian akan semakin mendekati nol. Jika anda memulai dengan 50 juta lalu menambah investasi per bulan 500ribu dengan tingkat pertumbuhan investasi 15% pada 10 tahun awal dan 10% pada 15 tahun berikutnya maka 25 tahun kemudian uang anda akan menjadi 2.9 milliar!!! Kuncinya secepat mungkin mendapatkan uang banyak di awal. 
 Sumber : konsepbungaberbunga.wordpress.com
[Continue reading...]
 
Copyright © . Portal Berita Asuransi - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger