kaca mata
Tampilkan postingan dengan label Unit Link. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unit Link. Tampilkan semua postingan

Rabu, Oktober 14, 2015

Asuransi mulai realistis tatap kinerja unit link

- 0 komentar
JAKARTA. Kondisi pasar modal hingga tutup tahun 2015 ini makin menyisakan pesimisme bagi pelaku industri asuransi jiwa. Pebisnis mulai pasrah dan realistis melihat potensi imbal hasil dari produk unit link.

Hary Prasetyo Direktur PT Asuransi Jiwasraya (Persero) misalnya menilai kondisi pasar modal yang terjadi hingga bulan September kemarin pasti berdampak pada kinerja unit link mereka. Terutama di segmen unit link saham.

Nasabah unit link eksisting mereka pun disebutnya lebih wait and see menunggu pergerakan saham. Ia memang menyebut tak banyak nasabah yang melakukan partial withdrawal dari produk unit link mereka. "Tapi Yang melakukan top up tidak banyak juga," katanya.

Beruntung Jiwasraya memang tak fokus di segmen unit link. Makanya menurut Hary, bisnis mereka relatif tak banyak terganggu dengan kondisi tersebut.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan Direktur PT AXA Mandiri Financial Services Kartono. Kelesuan yang terjadi di pasar modal diakuinya ikut merembet ke kinerja produk asuransi berbalut investasi racikan perseroan. "Memang ada penyesuaian seperti yang terjadi di pasar," ungkapnya.

Namun ia mengklaim hal ini tak terpengaruh bagi perolehan premi bisnis baru dari penjualan unit link AXA Mandiri. Kartono menilai kebutuhan masyarakat terhadap produk unit link tetap tinggi.
 
Editor: Yudho Winarto.
Sumber: Kontan
[Continue reading...]

Kamis, Juni 25, 2015

Produk Asuransi Berbasis Investasi Bakal Dongkrak Kinerja

- 0 komentar
Bisnis.com, JAKARTA--Asosiasi Asuransi Umum Indonesia meyakini kehadiran produk asuransi berbasis investasi bakal mendongkrak kinerja industri, terutama segmen ritel pada tahun ini.
 
Pasalnya, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menilai produk tersebut bakal memberi kemasan yang menarik bagi masyarakat. Selama ini, keberadaan produk asuransi berbasis investasi memang selalu menarik minat konsumen.
 
“Jadi, seakan-akan premi yang dibayar ke perusahaan asuransi tidak hilang. Industri asuransi jiwa sudah memulainya dengan produk unit linked-nya,” kataDirektur Eksekutif AAUI Julian Noor di Jakarta, seperti dikutip Bisnis.com, Kamis (25/6).
 
Pada dasarnya, pada sebuah produk asuransi berbasis investasi, konsumen tidak hanya diharuskan membayar premi untuk biaya proteksi atau risiko, tetapi juga tabungan investasi di beberapa instrumen tertentu.
 
Layaknya sebuah produk investasi, konsumen memang dimungkinkan untuk mengambil dana tunai jika telah mencapai suatu periode tertentu. Selama beberapa tahun terakhir, produk unit linked di asuransi jiwa telah menjadi primadona mengalahkan produk tradisional.
 
Per kuartal I/2015, data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menunjukkan produk unit linked masih menjadi kontributor terbesar hingga 53,9% dari total pendapatan premi, sedangkan produk tradisional hanya menyumbang 46,1%.
 
Total pendapatan premi yang diperoleh dari produk unit linked naik 24,4%, dan produk tradisional naik 33,6% sepanjang Jnauari-Maret tahun ini.
 
Menurutnya, asosiasi tidak akan terburu-buru dalam menyasar potensi produk tersebut karena regulator masih mendiskusikannya.
 
“Payung hukumnya belum keluar, jadi kami belum bisa berbicara detil. Yang jelas, dari pihak pasar modal sangat mendukung karena berpotensi meningkatkan kedalaman pasar finansial Indonesia,” ungkapnya.
 
Ketika dikonfirmasi, Firdaus Djaelani, Komisioner Industri Keuangan Non Bank  (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan pihaknya belum bisa memastikan regulasi tersebut selesai dibahas.
 
“Semua masih dibahas. Memang ada arah kesana, tetapi belum bisa dipastikan kapannya,” katanya. 
 
Sumber: Bisnis
[Continue reading...]
 
Copyright © . Portal Berita Asuransi - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger